Peserta BTI 2026 Pamerkan 10 Karya AI

13 July 2026 | Berita Utama

Universitas AMIKOM Yogyakarta menggelar agenda hackathon dan pameran karya AI dalam rangkaian Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 Gelombang 2 bidang Kecerdasan Artifisial dan Pengembangan Karakter pada 13 Juli 2026. Agenda ini menjadi puncak pembelajaran bagi 40 siswa SMA/SMK/MA/sederajat dari berbagai daerah di Indonesia setelah mengikuti pelatihan intensif selama satu minggu, mulai dari dasar AI, Python, data science, hingga pengembangan prototype solusi berbasis kecerdasan artifisial.

Hackathon dan pameran karya menjadi bagian penting dari BTI 2026 karena peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga diminta membuktikan pemahaman mereka melalui karya. Setiap kelompok mengidentifikasi masalah, menyusun solusi, mengembangkan prototype, membuat poster proyek, lalu mempresentasikan hasilnya di hadapan penguji dan tamu yang hadir.

Ketua Panitia BTI 2026 Universitas AMIKOM Yogyakarta, Melwin Syafrizal, S.Kom., M.Eng., Ph.D., menyampaikan bahwa agenda ini menjadi ruang untuk melihat perkembangan peserta setelah mengikuti rangkaian pelatihan.

“Kami berharap peserta mendapat gambaran bagaimana teknologi AI dapat diterapkan. Selain itu, kami ingin mereka tumbuh keberaniannya untuk berkompetisi, menyampaikan ide, dan mengembangkan gagasan melalui karya yang mereka buat,” ujar Melwin.

Dari Pelatihan Menuju Karya AI

Sebelum memasuki hackathon, peserta mengikuti pembelajaran teknis bersama M. Nuraminudin, M.Kom. dan Ika Nur Fajri, M.Kom. sebagai instruktur. Materi yang diberikan meliputi pengenalan Artificial Intelligence, Machine Learning, Generative AI, ChatGPT, Prompt Engineering, Python dasar, data science, serta penggunaan perangkat pengembangan AI.

Menurut Salah Seorang Instruktur BTI 2026 Universitas Amikom Yogyakarta, M. Nuraminudin, M.Kom., peserta berhasil menghasilkan 10 produk dalam waktu singkat. Ia menilai hal tersebut dapat tercapai karena peserta memiliki semangat belajar yang tinggi, aktif mencari referensi, berdiskusi, dan mampu membagi tugas dalam kelompok.

“Pada tingkat dasar, peserta mulai diarahkan untuk berlatih membuat produk. Karya ini dapat menjadi bekal awal untuk dikembangkan lagi, termasuk untuk mengikuti lomba atau pembinaan pada level berikutnya,” jelas Nuraminudin.

Dalam pameran tersebut, peserta menampilkan beragam karya berbasis AI. Beberapa di antaranya mengangkat isu lingkungan, kesehatan, budaya, komunikasi digital, cuaca, finansial, keamanan, dan hiburan interaktif. Karya-karya tersebut menunjukkan bahwa peserta mulai memahami AI sebagai alat bantu untuk menjawab persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Mengenal 10 Inovasi AI Peserta BTI 2026

Dalam pameran karya, peserta tidak hanya menunjukkan produk, tetapi juga menjelaskan latar belakang masalah, tujuan proyek, cara kerja sistem, teknologi yang digunakan, manfaat, serta peluang pengembangan karya. Proses ini melatih peserta untuk menyampaikan gagasan secara runtut dan percaya diri.

Salah satu peserta, Miftahurrahma Ma’ruf dari SMAN 1 Pangale Mamuju, Sulawesi Barat, menyampaikan bahwa BTI 2026 memberinya pengalaman belajar yang berbeda. Ia mendapat kesempatan bertemu peserta dari berbagai daerah, mempelajari AI, dan terlibat langsung dalam pengembangan karya kelompok.

Miftah berharap pengalaman mengikuti BTI dapat menjadi awal untuk memahami AI secara lebih luas. Menurutnya, bidang AI masih sangat besar untuk dipelajari, sehingga pelatihan selama satu minggu ini menjadi bekal awal untuk terus mengembangkan kemampuan di masa depan.

Dalam Pameran tersebut, Tim penguji menilai karya peserta dari berbagai aspek, mulai dari pemahaman masalah, kesesuaian solusi, kerja sama kelompok, kemampuan presentasi, hingga potensi pengembangan produk. Proses ini menjadi bagian dari pembelajaran karena peserta mendapat masukan langsung untuk memperbaiki dan mengembangkan karya mereka.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Muhammad Muchlas Rowi, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan. Dalam agenda tersebut, ia meninjau langsung pameran karya AI yang dikembangkan peserta, berdialog dengan kelompok peserta, serta melihat bagaimana ide-ide sederhana diterjemahkan menjadi prototype berbasis teknologi.

Agenda hackathon dan pameran karya BTI 2026 di Universitas AMIKOM Yogyakarta menunjukkan bahwa pembinaan talenta digital perlu memberi ruang bagi peserta untuk mencoba, berdiskusi, membangun solusi, dan mempresentasikan hasilnya. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat membawa pengalaman belajar tersebut ke sekolah masing-masing dan terus mengembangkan kemampuan di bidang kecerdasan artifisial secara kreatif, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
Koresponden : Melwin Syafrizal, M. Nuraminudin & Ria Andriani