Yogyakarta — Universitas AMIKOM Yogyakarta menyelenggarakan pelatihan Kecerdasan Artifisial (AI) dalam rangkaian Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 Gelombang 2 pada 8–14 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti 40 siswa SMA/SMK/MA/sederajat dari berbagai daerah di Indonesia ini berfokus pada pengenalan dasar AI, praktik Python, data science, pemanfaatan Generative AI, hingga pengembangan prototype sederhana melalui hackathon dan pameran proyek.
BTI 2026 merupakan program pembinaan talenta murid yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Dalam program ini, Universitas AMIKOM Yogyakarta menjadi salah satu mitra nasional untuk bidang Kecerdasan Artifisial dan Pengembangan Karakter. Para peserta yang mengikuti pelatihan telah melalui proses seleksi oleh Puspresnas sebelum ditempatkan di perguruan tinggi mitra.
Ketua Panitia BTI 2026 Universitas AMIKOM Yogyakarta, Melwin Syafrizal, S.Kom., M.Eng., Ph.D., menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang agar peserta memperoleh pemahaman dasar mengenai AI dan dapat melihat penerapannya dalam kehidupan sehari-hari maupun kebutuhan industri.
“Kami berharap peserta mendapat gambaran bagaimana teknologi AI dapat diterapkan. Selain itu, kami ingin mereka tumbuh keberaniannya untuk berkompetisi, menyampaikan ide, dan mengembangkan gagasan melalui karya yang mereka buat,” ujar Melwin.
Pelatihan AI di Universitas AMIKOM Yogyakarta mengusung tema “Introduction to Artificial Intelligence for the Creative and Innovative Digital Generation.” Tema tersebut menjadi dasar penyusunan materi selama satu minggu, mulai dari pengenalan konsep AI hingga pengembangan solusi sederhana berbasis teknologi.
Mengenal AI dari Konsep Dasar, Hingga Praktik Python dan Data Science
Pada tahap awal, peserta mengikuti pretest untuk mengukur pemahaman awal sebelum masuk ke sesi pembelajaran. Setelah itu, peserta menerima materi pengenalan dasar Artificial Intelligence, tren perkembangan AI, konsep dasar Machine Learning, Generative AI, ChatGPT, Prompt Engineering, serta pemanfaatan AI untuk pendidikan dan konten digital.
Materi teknis tersebut disampaikan oleh M. Nuraminudin, M.Kom. dan Ika Nur Fajri, M.Kom., yang menjadi instruktur pada dua kelas pelatihan. Peserta dibagi ke dalam dua laboratorium agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih terarah dan interaktif.
Melalui materi dasar ini, peserta diajak memahami bahwa AI tidak hanya berkaitan dengan teknologi yang kompleks, tetapi juga dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan persoalan sederhana di lingkungan sekitar. Pembelajaran disusun secara bertahap agar peserta yang berada pada level dasar dapat mengikuti materi sebelum masuk ke sesi praktik.
Setelah memahami konsep dasar AI, peserta melanjutkan pembelajaran ke materi Python dan data science. Pada bagian ini, peserta mempelajari peran matematika dasar dan statistik dalam AI, pengenalan Python untuk AI, manipulasi data CSV dan string, serta praktik pengolahan data sederhana.
Peserta juga diperkenalkan dengan beberapa perangkat dasar yang umum digunakan dalam pengolahan data dan pengembangan AI, seperti NumPy, Pandas, Matplotlib, TensorFlow, dan Scikit-Learn. Materi ini diberikan sebagai pengenalan awal agar peserta mengetahui ekosistem perangkat yang digunakan dalam pengembangan aplikasi berbasis kecerdasan artifisial.
AI untuk Menjawab Masalah Nyata
Pelatihan tidak berhenti pada teori dan praktik di laboratorium. Peserta juga mengikuti sesi pengenalan penerapan AI dalam Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Materi tentang implementasi transformasi digital dan teknologi AI di industri disampaikan oleh Mujiyanto, M.Kom. dari PT. GITs.
Dalam sesi tersebut, Mujiyanto membagikan pengalaman pengembangan Genius HR, sebuah Human Resources Information System berbasis kecerdasan artifisial. Sistem ini dikembangkan untuk membantu organisasi mengelola sumber daya manusia secara lebih terukur melalui pemanfaatan data kerja, psikologis, dan kesehatan.
Melalui contoh tersebut, peserta mendapat gambaran bahwa AI dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan di organisasi, termasuk dalam mendeteksi potensi kelelahan dan stres kerja secara dini. Peserta juga memahami bahwa pengembangan produk AI membutuhkan proses yang panjang, mulai dari mengenali masalah, mengolah data, membangun sistem, menguji manfaat, hingga mempresentasikan solusi kepada pengguna.
Genius HR sebelumnya meraih Winner kategori IEEE AI Startup dan Runner Up kategori Technology: AI Technology of the Year pada Asia Pacific ICT Alliance Awards (APICTA) 2025 di Taiwan. Capaian tersebut menjadi contoh penerapan AI dari lingkungan Universitas AMIKOM Yogyakarta yang telah masuk ke ruang kompetisi dan penilaian internasional.

Penguatan Karakter Peserta
Selain materi teknis, BTI 2026 di Universitas AMIKOM Yogyakarta juga memberikan penguatan karakter. Sesi ini diisi oleh Erik Hadi Saputra, S.Kom., M.Eng., Direktur Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional Universitas AMIKOM Yogyakarta.
Dalam materinya, Erik mengajak peserta untuk berani berubah, berpikir positif, percaya diri, dan membangun kebiasaan baik. Ia menekankan bahwa karakter dapat berkembang ketika seseorang memiliki kemauan untuk berubah. Peserta juga diajak memulai perubahan dari diri sendiri, dari hal kecil, dan dari sekarang.
Erik juga menekankan pentingnya keberanian mengeksekusi ide, membangun energi positif, dan menjaga komunikasi yang baik dalam kerja kelompok. Materi karakter ini mendukung tujuan BTI 2026 yang tidak hanya menyiapkan peserta agar memahami teknologi, tetapi juga membentuk talenta muda yang disiplin, kolaboratif, dan bertanggung jawab.

Dari Praktik ke Prototype AI
Pada tahap selanjutnya, peserta diarahkan untuk menggunakan pengetahuan yang telah diperoleh dalam bentuk proyek sederhana. Mereka belajar mengidentifikasi masalah, menyusun ide solusi, memilih pendekatan teknologi, lalu mengembangkan prototype atau demonstrasi berbasis AI.
Pendekatan ini membuat peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mencoba membangun solusi. Dalam proses tersebut, peserta belajar bekerja dalam kelompok, membagi peran, menguji gagasan, dan menyiapkan presentasi proyek.
Rangkaian pelatihan mencapai puncak pada sesi Hackathon, presentasi proyek, dan pameran produk. Pada sesi ini, peserta menunjukkan hasil pembelajaran melalui prototype atau demonstrasi solusi AI sederhana. Hasil tersebut kemudian dinilai oleh tim penguji dengan melihat kemampuan peserta dalam memahami masalah, menyusun solusi, bekerja sama, dan menyampaikan gagasan.
Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta, Prof. Dr. M. Suyanto, M.M., menyampaikan apresiasi atas semangat peserta yang telah mengikuti rangkaian kegiatan selama satu minggu. Peserta tidak hanya mengikuti pembelajaran dasar Kecerdasan Artifisial, tetapi juga mengembangkan ide menjadi prototype, mempresentasikan karya, dan mengikuti pameran proyek sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Menurutnya, pengalaman tersebut penting karena peserta tidak hanya belajar teknologi, tetapi juga belajar membangun gagasan, menyusun cerita, dan menyampaikan nilai dari karya yang mereka buat. Ia menekankan bahwa sebuah karya akan lebih kuat jika memiliki pesan, manfaat, dan cerita yang dapat dipahami oleh orang lain.
Melalui rangkaian pelatihan AI ini, Universitas AMIKOM Yogyakarta berharap peserta BTI 2026 memperoleh pengalaman belajar yang utuh, mulai dari memahami konsep, mencoba praktik, mengenal penerapan industri, hingga menghasilkan karya sederhana. Program ini diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi peserta untuk terus mengembangkan talenta digital secara bertanggung jawab di sekolah dan lingkungan masing-masing.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
Koresponden : Melwin Syafrizal & Ria Andriani








