Dosen Universitas AMIKOM Yogyakarta meraih 18 pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada Tahun Anggaran 2026. Dari jumlah tersebut, 15 pendanaan berasal dari Program Penelitian, dan 4 di antaranya diraih oleh Prof. Dr. Kusrini, M.Kom. Dalam artikel khusus ini, @amikomjogja mengangkat salah satu proposal Prof. Dr. Kusrini, M.Kom. yang memperoleh pendanaan pada Program Penelitian skema Penelitian Disertasi Doktor, yakni :
Pengembangan seleksi fitur pada representasi graf untuk penyaringan bukti dalam verifikasi fakta berita politik Bahasa Indonesia
Di tengah derasnya arus informasi digital, ruang publik hari ini menghadapi tantangan besar: membedakan mana informasi politik yang benar-benar berbasis fakta, mana yang sekadar opini, mana yang menyesatkan, dan mana yang merupakan hoaks. Kondisi ini membuat verifikasi fakta tidak lagi menjadi kebutuhan segelintir orang, tetapi menjadi kebutuhan masyarakat luas. Dari latar belakang itulah penelitian ini dikembangkan. Fokus utamanya adalah memperkuat proses penyaringan bukti dalam verifikasi fakta berita politik Bahasa Indonesia agar penilaian terhadap sebuah klaim dapat dilakukan dengan lebih terstruktur dan lebih cermat.
Penelitian ini memperoleh pendanaan melalui skema Penelitian Disertasi Doktor, yaitu skema dalam Program Penelitian yang ditujukan untuk mendukung riset mahasiswa jenjang doktor. Melalui skema ini, proses penyusunan disertasi tidak hanya ditempatkan sebagai kewajiban akademik mahasiswa, tetapi juga didorong menjadi penelitian yang memberi kontribusi ilmiah dan sosial yang lebih luas. Dalam penelitian ini, mahasiswi doktoral Nova Agustina mengembangkan risetnya di bawah bimbingan Prof. Dr. Kusrini, M.Kom.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pendidikan doktoral memiliki hubungan yang sangat erat dengan pengembangan ilmu pengetahuan, karena penelitian mahasiswa doktoral pada dasarnya menjadi ruang lahirnya gagasan, metode, dan temuan baru yang dapat memperkaya disiplin ilmu sekaligus menjawab persoalan nyata di masyarakat.
Prof. Dr. Kusrini, M.Kom. melihat bahwa proses pendidikan doktoral tidak dapat dipisahkan dari pengembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa penelitian semacam ini bukanlah karya dosen semata, melainkan bagian dari proses akademik mahasiswa doktoral yang dikembangkan bersama pembimbing dalam kerangka penyelesaian disertasi. Cara pandang ini memperlihatkan bahwa jenjang doktor bukan hanya tempat untuk menyelesaikan studi, tetapi juga ruang strategis untuk membangun pengetahuan baru. Dengan demikian, relasi antara pembimbing dan mahasiswa tidak berhenti pada hubungan akademik formal, melainkan tumbuh menjadi kolaborasi ilmiah yang saling menguatkan.
Dari sisi substansi, Prof. Dr. Kusrini, M.Kom. menjelaskan bahwa inti penelitian ini adalah membantu mengklasifikasikan suatu berita atau pernyataan politik. Menurutnya, sistem yang dikembangkan diarahkan untuk mengetahui apakah sebuah informasi termasuk fakta, hoaks, opini, atau misleading. Ia menjelaskan bahwa kategori misleading sangat penting diperhatikan karena tidak semua informasi yang bermasalah berbentuk kebohongan yang terang-terangan. Ada pula informasi yang tampak meyakinkan, tetapi justru membuat orang salah memahami konteks.
“Ini sebenarnya kita itu pengen memverifikasi fakta politik ketika ada berita, ada pernyataan, ini sebenarnya benar enggak sih, apakah ini termasuk hoaks, opini, berbasis fakta, atau misleading,” jelasnya.
Dari judulnya, penelitian ini memang terdengar teknis. Namun secara sederhana, penelitian ini berusaha memilih unsur-unsur informasi yang paling penting dari sebuah berita atau klaim, lalu memetakan hubungan antarunsur tersebut agar bukti yang mendukung maupun melemahkan klaim bisa dibaca dengan lebih jelas. Pendekatan representasi graf menjadi penting karena verifikasi fakta tidak cukup dilakukan hanya dengan membaca kata per kata secara terpisah.
Proses pembuktian perlu melihat keterkaitan antara klaim, bukti pendukung, dan konteks informasi yang melingkupinya. Dengan pendekatan seperti ini, penelitian diarahkan untuk memperkuat cara kerja verifikasi fakta agar lebih sistematis dan lebih relevan dengan kebutuhan ruang digital hari ini.
Yang membuat penelitian ini semakin penting adalah fokusnya pada berita politik Bahasa Indonesia. Dalam praktiknya, banyak sistem verifikasi fakta dikembangkan dari konteks bahasa lain, padahal persoalan bahasa, struktur informasi, dan dinamika komunikasi politik di Indonesia memiliki ciri khas sendiri. Karena itu, penelitian ini tidak sekadar menerapkan metode umum, melainkan mencoba menjawab kebutuhan yang kontekstual. Bagi masyarakat Indonesia yang hidup dalam iklim informasi politik yang sangat dinamis, kehadiran riset seperti ini menjadi penting untuk mendukung literasi informasi dan memperkuat kualitas ruang publik.
Prof. Dr. Kusrini, M.Kom. memandang proses akademik sebagai kerja bersama. Ia tidak melihat penelitian doktoral sebagai ruang yang tertutup, tetapi sebagai proses kolaboratif antara mahasiswa dan pembimbing. Dalam konteks itu, pembimbing berperan menjaga arah, mempertajam fokus, dan memastikan bahwa riset berkembang secara ilmiah sekaligus relevan terhadap kebutuhan zaman. Dengan pola seperti ini, riset doktoral tidak hanya memperkuat mahasiswa sebagai peneliti, tetapi juga ikut memperkuat tradisi keilmuan di perguruan tinggi.
“Bisa dibilang ini adalah penelitian bersama, kolaborasi, pelatihan bersama dosen dengan mahasiswa doktoral dalam rangka mendukung penyelesaian disertasi mahasiswa.”, tambahnya
keberhasilan proposal ini memperoleh pendanaan menunjukkan bahwa penelitian pada jenjang doktoral dapat berkembang menjadi karya yang kuat secara akademik dan penting secara sosial. Kolaborasi antara mahasiswi doktoral dan Prof. Dr. Kusrini, M.Kom. sebagai pembimbing memperlihatkan bahwa kerja akademik yang serius mampu melahirkan penelitian yang menjawab kebutuhan publik.
Hal ini menegaskan satu hal penting: hubungan antara pendidikan doktoral dan pengembangan ilmu pengetahuan berjalan melalui pendampingan yang serius, kolaborasi yang sehat, dan keberanian untuk meneliti persoalan yang memang dihadapi masyarakat. Dari sanalah disertasi tumbuh tidak hanya sebagai syarat akademik, tetapi juga sebagai kontribusi ilmiah yang bermakna.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
In Collaboration With Kusrini




