
Pimpinan, dosen, dan mahasiswa Institut Teknologi Pagar Alam (ITPA), Sumatera Selatan, mengikuti kunjungan akademik di Universitas AMIKOM Yogyakarta pada Kamis, 30 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Cinema Universitas AMIKOM Yogyakarta tersebut membahas pengembangan kreativitas, model pendapatan perusahaan rintisan, inkubasi bisnis, dan pendidikan lanjut melalui pemaparan materi serta diskusi interaktif.
Dalam Sambutannya, Wakil Rektor II Institut Teknologi Pagar Alam, Yogi Isro’ Mukti, S.Kom., M.Kom. menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan mempererat kembali hubungan yang telah terjalin antara Institut Teknologi Pagar Alam dan Universitas AMIKOM Yogyakarta. Kunjungan ke Yogyakarta diharapkan memberikan pengetahuan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendidikan di Kota Pagar Alam.
“Tujuan kami datang ke Universitas AMIKOM Yogyakarta adalah bersilaturahmi, saling menguatkan, dan belajar. Mudah-mudahan ilmu yang diperoleh dapat kami bawa ke Pagar Alam untuk meningkatkan pendidikan,” ujar Yogi.
Ia menjelaskan bahwa hubungan kedua institusi telah berlangsung sejak keduanya masih berbentuk sekolah tinggi. Yogi berharap komunikasi tersebut semakin kuat melalui pertukaran pengalaman dan kesempatan bagi lulusan maupun dosen Institut Teknologi Pagar Alam untuk melanjutkan pendidikan.
Direktur Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional Universitas AMIKOM Yogyakarta, Erik Hadi Saputra, S.Kom., M.Eng., menyambut kunjungan tersebut dan mengapresiasi hubungan yang telah berjalan selama kurang lebih 13 tahun.
Erik menjelaskan bahwa perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan kreativitas dan kemampuan membangun kemandirian. Seseorang yang menguasai teknologi tidak hanya perlu mempersiapkan diri untuk bekerja, tetapi juga harus mampu menciptakan produk, layanan, dan peluang usaha.
“Orang di bidang teknologi tidak hanya berpikir mengenai bagaimana dirinya bekerja. Mereka juga perlu mampu menciptakan bisnis, menentukan arah, dan membangun kemandirian,” jelas Erik.
Menurut Erik, kemampuan logis dan kreativitas perlu dikembangkan secara beriringan. Ketelitian membantu seseorang memahami data serta menyusun proses kerja, sedangkan kreativitas diperlukan untuk menemukan gagasan dan mengubah permasalahan menjadi peluang.
Ia memberikan contoh pengembangan instalasi video imersif yang dikerjakan unit industri di lingkungan Yayasan AMIKOM Yogyakarta. Ruang yang sebelumnya berupa lorong dikembangkan menjadi wahana visual melalui pemanfaatan perangkat digital, konten kreatif, dan perencanaan bisnis.
Erik juga memperkenalkan pengembangan kekayaan intelektual melalui film animasi Battle of Surabaya dan Ajisaka. Proses tersebut memperlihatkan bahwa produksi karya digital membutuhkan perpaduan antara teknologi, cerita, kreativitas, pemasaran, dan kolaborasi.
Materi utama mengenai Startup Revenue Model and Incubator disampaikan oleh Ketua Program Studi Informatika Universitas AMIKOM Yogyakarta, Eli Pujastuti, M.Kom. Ia menjelaskan konsep perusahaan rintisan, sumber pendanaan, model pendapatan, inovasi, dan peran inkubator bisnis.
Eli mengawali materi dengan menceritakan perjalanan pendidikannya sebagai lulusan S1 dan S2 Universitas AMIKOM Yogyakarta. Kesempatan memperoleh beasiswa mendorongnya menyusun target pendidikan dan karier hingga kemudian menjadi dosen serta terlibat dalam pengelolaan inkubator bisnis.
Keterlibatan tersebut memberikan kesempatan kepada Eli untuk mempelajari pengembangan perusahaan rintisan, mengikuti kegiatan internasional, dan membangun usaha. Pengalaman itu menjadi contoh bahwa mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan akademik sekaligus mempersiapkan kemandirian melalui kegiatan bisnis.
“Ketika mempunyai keinginan untuk berhasil, akan ada jalan yang dapat dicari. Hal terpenting adalah menyusun rencana, terus belajar, dan berani mengambil kesempatan,” ujar Eli.
Ia menjelaskan bahwa perusahaan rintisan mempunyai karakter pertumbuhan yang cepat dan dapat memperluas layanan ke banyak wilayah. Karakter tersebut membedakannya dari usaha konvensional yang umumnya berkembang secara bertahap.
Peserta memperoleh penjelasan mengenai berbagai sumber pendanaan perusahaan rintisan, seperti bootstrapping, kompetisi, hibah, investor perorangan, dan perusahaan modal ventura. Setiap sumber pendanaan mempunyai mekanisme serta konsekuensi berbeda dalam pengembangan usaha.
Pembahasan kemudian berlanjut pada model pendapatan, antara lain harga dinamis, langganan, freemium, iklan, dan komisi transaksi. Eli menggunakan berbagai platform digital sebagai contoh agar mahasiswa memahami bagaimana sebuah layanan memperoleh pendapatan dari pengguna maupun mitra.
Ia turut menggunakan perkembangan Nokia dan Kodak sebagai studi kasus mengenai pentingnya inovasi. Kedua perusahaan tersebut pernah menguasai pasar, tetapi menghadapi tantangan ketika perkembangan teknologi dan kebutuhan konsumen berubah.
“Jika ingin usaha tetap berkelanjutan, kita harus bersedia beradaptasi dan mengubah cara memperoleh pendapatan. Kemauan berinovasi sangat memengaruhi keberlangsungan usaha,” jelas Eli.
Eli juga menjelaskan peran inkubator bisnis dalam mendampingi perusahaan rintisan. Pendampingan tersebut membantu pengembang menemukan kebutuhan pasar, menyusun model bisnis, membangun produk, mencari pendanaan, dan mempercepat pertumbuhan usaha.
Sejumlah produk mahasiswa dan alumni turut diperkenalkan sebagai contoh penerapan teknologi dalam bisnis. Produk tersebut mencakup aplikasi layanan, permainan edukasi, drone, perangkat berbasis tenaga surya, serta platform pengelolaan penginapan yang menghubungkan pemilik properti dengan pengguna.
Peserta juga memperoleh informasi mengenai pendidikan Magister Informatika reguler dan Pendidikan Jarak Jauh serta Program Doktor Informatika di Universitas AMIKOM Yogyakarta. Pilihan tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi lulusan maupun dosen Institut Teknologi Pagar Alam yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik.
Kegiatan diakhiri dengan pertukaran cendera mata dan foto bersama. Para peserta kemudian menyaksikan sejumlah karya Universitas AMIKOM Yogyakarta sebelum melanjutkan rangkaian kegiatan.
Kunjungan akademik tersebut diharapkan memperkuat hubungan antara Institut Teknologi Pagar Alam dan Universitas AMIKOM Yogyakarta sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai inovasi, model bisnis perusahaan rintisan, inkubasi, dan peluang pendidikan lanjut.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional




