
Sebanyak 42 siswa kelas X dan XI SMK Jalaludin Wadaslintang Wonosobo mengikuti kunjungan industri di Universitas AMIKOM Yogyakarta pada Kamis, 9 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Cinema Universitas AMIKOM Yogyakarta tersebut memberikan wawasan mengenai pendidikan tinggi, fasilitas pembelajaran, dunia usaha, dan ekosistem industri kreatif digital melalui pemaparan materi serta tur kampus.
Rombongan berasal dari Jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG) serta Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL). Para siswa didampingi Kepala SMK Jalaludin Wonosobo, Nur Salim, S.Pd., bersama 13 guru.
Nur Salim menjelaskan bahwa sekolah yang berlokasi di Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, tersebut pernah berkunjung ke Universitas AMIKOM Yogyakarta sekitar sepuluh tahun sebelumnya. Kunjungan kali ini menjadi kesempatan untuk memperoleh pengetahuan baru yang dapat dibagikan kepada siswa dan warga sekolah.
“Kunjungan industri ini dilaksanakan sebelum siswa menjalani Praktik Kerja Lapangan. Mereka perlu mengenal, mengetahui, dan belajar mengenai dunia industri serta dunia usaha,” ujar Nur Salim.
Ia mengajak para siswa mengikuti kegiatan secara aktif dan memanfaatkan kesempatan untuk bertanya kepada narasumber. Wawasan yang diperoleh diharapkan membantu mereka mempersiapkan diri sebelum memasuki lingkungan kerja.
Materi utama disampaikan oleh Staf Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional (DKUI) Universitas AMIKOM Yogyakarta, Yusnia Andra Puspitaloka, S.Kom. Ia memperkenalkan sejarah perkembangan universitas, fasilitas, program studi, peluang karier, karya mahasiswa, dan industri yang berada di lingkungan Universitas AMIKOM Yogyakarta.
Andra menjelaskan bahwa Universitas AMIKOM Yogyakarta memulai perjalanan pada 1994 dengan 32 mahasiswa dan fasilitas yang masih terbatas. Perjalanan tersebut disampaikan untuk memotivasi siswa agar tetap berani mempunyai cita-cita dan tidak mudah menyerah menghadapi pandangan orang lain.
“Kalian mampu menjadi lebih dari apa yang dibicarakan orang lain. Universitas AMIKOM Yogyakarta membuktikan bahwa kita mampu bangkit, tumbuh, dan berkembang,” jelas Andra.
Peserta memperoleh informasi mengenai tiga fakultas dan 18 program studi di Universitas AMIKOM Yogyakarta. Sejumlah bidang memiliki keterkaitan dengan kompetensi PPLG dan AKL, seperti informatika, sistem informasi, teknologi informasi, teknik komputer, akuntansi, ekonomi, dan kewirausahaan.
Bagi siswa PPLG, materi mengenai pemrograman, pengembangan perangkat lunak, jaringan, animasi, game, dan multimedia memberikan gambaran tentang pilihan pendidikan serta karier di bidang teknologi. Sementara itu, siswa AKL memperoleh wawasan mengenai akuntansi digital, ekonomi kreatif, bisnis daring, dan kewirausahaan.
Para siswa juga dikenalkan dengan sejumlah fasilitas pembelajaran, seperti laboratorium pemrograman, laboratorium sistem operasi dan jaringan, laboratorium animasi dan multimedia, studio green screen, studio podcast, ruang sinema, serta fasilitas komputer untuk mendukung produksi karya digital.
Andra kemudian menjelaskan ekosistem industri kreatif di lingkungan Yayasan AMIKOM Yogyakarta. Ekosistem tersebut mencakup bidang penyiaran televisi dan radio, pengembangan perangkat lunak, layanan internet, pembangunan infrastruktur jaringan, produksi film dan animasi, teknologi imersif, permainan digital, serta pengembangan perusahaan rintisan.
Melalui pengenalan tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai hubungan antara pendidikan dan dunia industri. Pengetahuan yang dipelajari di kelas dapat dikembangkan menjadi aplikasi, sistem administrasi, produk multimedia, permainan digital, layanan bisnis, dan berbagai solusi untuk masyarakat.
“Ide kreatif dapat muncul dari permasalahan di sekitar kita. Inovasi juga bisa dimulai dari hal-hal kecil atau sederhana yang kemudian dikembangkan menjadi solusi,” ujar Andra.
Peserta turut menyaksikan sejumlah karya yang dikembangkan dalam ekosistem kreatif Universitas AMIKOM Yogyakarta, termasuk film animasi dua dimensi Battle of Surabaya, film Kinara-Rejo, dan trailer animasi tiga dimensi Ajisaka. Tayangan tersebut memberikan gambaran mengenai proses pengembangan ide menjadi karya audiovisual.
Andra juga memperkenalkan karya mahasiswa dalam bentuk aplikasi, situs web, animasi, game, dan produk digital lainnya. Mahasiswa didorong membangun portofolio dan mengembangkan keterampilan agar mampu bekerja, melanjutkan pendidikan, maupun merintis usaha.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tur kampus untuk melihat fasilitas pembelajaran dan unit industri secara langsung. Kunjungan diakhiri dengan pertukaran cendera mata serta foto bersama.
Kunjungan industri tersebut diharapkan membantu siswa SMK Jalaludin Wonosobo memahami lingkungan kerja, mengenali pilihan pendidikan dan karier, serta mempersiapkan keterampilan sebelum menjalani Praktik Kerja Lapangan.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional




