Pengajian Ramadan Universitas Amikom Yogyakarta, Bahas Kesehatan Jiwa dan Mengelola Stress

12 February 2026 | Berita Utama

Universitas AMIKOM Yogyakarta menggelar Pengajian Menyambut Ramadan 1447 H pada Rabu, 11 Februari 2026, mulai pukul 08.30 WIB di Ruang Citra II. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat kesiapan spiritual dan mental sivitas akademika dalam menyambut bulan Ramadan, sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai peran puasa dalam menjaga kesehatan jiwa, mengelola stres, dan membangun budaya kerja yang sehat di lingkungan kampus.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta, Prof. Dr. M. Suyanto, MM, menekankan bahwa Ramadan merupakan momentum untuk memperbaiki kualitas diri sekaligus memperkuat budaya positif di lingkungan kampus. Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk memanfaatkan puasa sebagai sarana menenangkan jiwa dan mengendalikan emosi.

“Bulan Ramadan adalah momentum untuk menenangkan jiwa, mengelola emosi, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama. Puasa melatih kita menundukkan ego dan membangun empati,” ujarnya.

Prof. Suyanto juga menyoroti pentingnya membangun karakter yang mencerminkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti sikap ramah, tutur kata yang menenangkan, serta kepedulian terhadap orang lain. Menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu menjadi bagian dari budaya kerja dan budaya organisasi di lingkungan Universitas AMIKOM Yogyakarta.

“Jadilah pribadi yang memudahkan orang lain dan membawa manfaat. Dari situlah ketenangan jiwa dan kebahagiaan sejati akan hadir,” tambahnya.

Kegiatan yang diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan ini menghadirkan Dr. dr. Probosuseno, SpPD, K-Ger, FINASIIM, SE, MM, AIFO-K sebagai narasumber utama untuk membahas tema “Puasa untuk Menenangkan Jiwa dan Mengelola Stress”. Dalam kesempatan tersebut, Beliau menjelaskan bahwa puasa memiliki manfaat yang luas, baik dari sisi spiritual maupun kesehatan fisik dan mental. Ia menegaskan bahwa puasa dapat menjadi sarana efektif dalam mengelola stres karena membantu menurunkan respons hormon stres serta meningkatkan ketenangan pikiran.

“Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih pengendalian diri. Ketika pengendalian diri meningkat, respons stres menurun dan jiwa menjadi lebih tenang,” jelasnya.

Ia memaparkan bahwa puasa yang dijalankan dengan baik dapat memberikan manfaat kesehatan, seperti menurunkan tekanan darah, memperbaiki metabolisme tubuh, meningkatkan fungsi kognitif, hingga memperkuat sistem imun. Selain itu, puasa juga mendorong terciptanya hubungan sosial yang lebih hangat melalui kegiatan bersama selama Ramadan.

“Puasa membantu tubuh melakukan perbaikan diri, mengurangi radikal bebas, dan meningkatkan keseimbangan hormon. Dampaknya tidak hanya pada tubuh, tetapi juga pada kesehatan mental dan hubungan sosial,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Universitas AMIKOM Yogyakarta berharap sivitas akademika dapat menyambut Ramadan dengan kesiapan spiritual, mental, dan fisik yang lebih baik. Pengajian ini juga diharapkan dapat memperkuat budaya saling peduli, pengendalian diri, serta kesehatan jiwa di lingkungan kampus, sehingga nilai-nilai Ramadan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional