Dari STMIK ke Universitas Unggul: Transformasi Panjang AMIKOM Yogyakarta

30 January 2026 | UMUM

Perjalanan Universitas AMIKOM Yogyakarta menuju predikat Akreditasi Unggul merupakan transformasi panjang yang dimulai sejak institusi ini berdiri sebagai Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) pada tahun 1994. Selama lebih dari tiga dekade, AMIKOM mengalami evolusi kelembagaan yang tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga menyentuh aspek mutu akademik, tata kelola, dan relevansi dengan kebutuhan zaman.

Transformasi tersebut disampaikan dalam talkshow RBTV Obrolan Pagi oleh M. Rudyanto Arief, S.T., M.T., Direktur Badan Perencanaan dan Jaminan Mutu, bersama Ibnu Hadi Purwanto, M.Kom., Sekretaris Direktur Badan Perencanaan dan Jaminan Mutu Universitas AMIKOM Yogyakarta. Keduanya menegaskan bahwa capaian akreditasi unggul pada akhir 2025 merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun secara konsisten sejak AMIKOM masih berstatus STMIK.

Fondasi Awal sebagai STMIK Berbasis Teknologi

Sejak awal berdiri, AMIKOM dikenal sebagai STMIK yang fokus pada bidang teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Identitas tersebut menjadi fondasi kuat dalam membangun keunggulan akademik dan reputasi lulusan di dunia kerja. Menurut Rudi, penguatan identitas keilmuan ini menjadi modal penting ketika AMIKOM mulai memperluas cakupan akademik dan bertransformasi menjadi universitas.

Transformasi kelembagaan tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui perencanaan jangka panjang yang memperhatikan kesiapan sumber daya manusia, kurikulum, serta sistem tata kelola institusi.

Perubahan Status dan Penguatan Tata Kelola Universitas

Perubahan status dari STMIK menjadi universitas menjadi titik penting dalam perjalanan AMIKOM. Ibnu menjelaskan bahwa perubahan tersebut diikuti dengan penataan ulang tata kelola, penguatan sistem penjaminan mutu, serta peningkatan kapasitas dosen dan unit pendukung akademik.

“Perubahan bentuk kelembagaan menuntut standar yang lebih tinggi. Karena itu, penguatan mutu dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujarnya. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan panjang menuju pencapaian akreditasi unggul.

Dalam proses transformasi, AMIKOM secara konsisten memperkuat mutu akademik melalui peningkatan kualifikasi dosen, pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat, serta pencapaian prestasi mahasiswa. Aspek luaran (output) menjadi perhatian utama karena memiliki bobot tinggi dalam penilaian mutu perguruan tinggi.

Rudi menegaskan bahwa transformasi mutu tidak hanya diukur dari kelengkapan dokumen, tetapi dari capaian nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat dan industri. Pendekatan ini sejalan dengan karakter AMIKOM sebagai kampus berbasis Creative Economy Park, yang mengintegrasikan pembelajaran dengan praktik dunia nyata.

Menuju akreditasi unggul, AMIKOM melakukan evaluasi diri secara menyeluruh dengan mengacu pada sembilan kriteria BAN-PT. Evaluasi ini menjadi alat refleksi institusional untuk memetakan kekuatan dan area pengembangan.

Ibnu menekankan bahwa evaluasi diri bukan sekadar kebutuhan akreditasi, tetapi bagian dari budaya mutu berkelanjutan. Dengan budaya ini, transformasi AMIKOM tidak berhenti pada satu capaian, melainkan terus bergerak mengikuti dinamika pendidikan tinggi.

Akreditasi Unggul sebagai Tonggak Transformasi

Predikat Akreditasi Unggul yang ditetapkan pada 18 Desember 2025 menjadi tonggak penting dalam perjalanan panjang AMIKOM. Namun, baik Rudi maupun Ibnu sepakat bahwa capaian tersebut bukanlah garis akhir.

Akreditasi unggul justru menjadi penanda bahwa AMIKOM telah memasuki fase baru sebagai universitas dengan tanggung jawab mutu yang lebih besar, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ke depan, Universitas AMIKOM Yogyakarta menargetkan penguatan reputasi global melalui pemeringkatan internasional, peningkatan daya saing lulusan, serta pengembangan program akademik yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

Dengan fondasi yang dibangun sejak era STMIK hingga menjadi universitas unggul, AMIKOM optimistis dapat melanjutkan transformasi sebagai perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada masa depan.

Feature News By Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional