Cyber Security School Competition (CSSC) 2025 Expo & Talk Show diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Cyberkarta, serta Universitas AMIKOM Yogyakarta sebagai tuan rumah. Kegiatan ini berlangsung pada 2025 di Ruang Cinema Universitas AMIKOM Yogyakarta dan diikuti oleh puluhan pelajar SMA dan SMK dari berbagai daerah, khususnya Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat serta meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap pentingnya keamanan siber di tengah meningkatnya aktivitas digital. CSSC 2025 dirancang dalam bentuk kompetisi, expo, dan talk show yang menghadirkan praktisi, akademisi, serta pemangku kepentingan di bidang keamanan siber.
Dalam sambutannya, Kepala Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia (BBSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Yogyakarta, Dr. Anton Susanto menyampaikan bahwa CSSC 2025 dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan pembinaan awal bagi pelajar SMA dan SMK. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana penting untuk mengenalkan tantangan nyata keamanan digital sejak jenjang pendidikan menengah.
“CSSC 2025 ini kami rancang sebagai bagian dari pengembangan talenta digital. Melalui kompetisi dan diskusi, peserta diajak memahami tantangan keamanan siber yang sesungguhnya,” ujar Anton Susanto.
Dalam sambutannya, yang diputar secara virtual, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nizar Patria, menekankan bahwa keamanan digital perlu dipahami sebagai keterampilan hidup (life skill) bagi generasi muda. Ia menjelaskan bahwa berbagai persoalan keamanan siber masih banyak dipicu oleh kesalahan manusia. Oleh sebab itu, peningkatan literasi dan keterampilan dasar keamanan digital menjadi langkah penting dalam menghadapi risiko tersebut.
“Keamanan siber perlu kita jadikan sebagai life skill. Sebagian besar pelanggaran siber terjadi karena kelalaian manusia, bukan semata-mata karena kelemahan teknologi,” katanya.
CSSC 2025 Uji Kemampuan Siber Pelajar
Kompetisi CSSC 2025 menjadi agenda utama dalam rangkaian kegiatan, dengan fokus pada lomba Capture The Flag (CTF) yang dilaksanakan secara luring. Sebanyak 99 peserta yang seluruhnya merupakan pelajar SMA dan SMK ambil bagian dalam kompetisi ini. Sekitar 73 persen peserta berasal dari Jawa Tengah, sementara sisanya berasal dari wilayah lain.
Dalam kompetisi CTF, para peserta diuji kemampuannya dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai tantangan keamanan sistem. Setiap peserta dituntut untuk berpikir analitis, memecahkan masalah, serta memahami dasar-dasar keamanan siber yang relevan dengan kondisi nyata di dunia digital.
Ketua Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta, Dr. Dony Ariyus, S.S., M.Kom. menjelaskan bahwa kompetisi ini dirancang sebagai sarana pembelajaran sekaligus penjaringan minat talenta muda di bidang keamanan siber. Menurutnya, keterlibatan pelajar sejak jenjang pendidikan menengah penting untuk membangun kesadaran dan kesiapan menghadapi tantangan keamanan digital.
“Kompetisi ini berfokus pada lomba Capture The Flag yang menguji kemampuan peserta dalam mencari dan memahami celah keamanan sistem. Harapannya, kegiatan ini dapat menumbuhkan minat generasi muda terhadap bidang cyber security,” ujar Doni Ariyus.
Berdasarkan hasil akhir kompetisi Cyber Security School Competition (CSSC) 2025, sepuluh peserta terbaik berhasil meraih peringkat sebagai berikut:
Juara 1 – Banon Kenta Oktora (SMKN 8 Semarang)
Juara 2 – Muhammad Ridwan Kurniawan (SMKN 2 Depok)
Juara 3 – Muhammad Raihan Miqdad (SMKN 7 Semarang)
Juara 4 – Daffa Hafidzuddin Arsyad (SMKN 2 Depok)
Juara 5 – Subekti Suryo Handoyo (SMKN 7 Semarang)
Juara 6 – Filius Edward Gedion Marbun (SMA Kolese De Britto)
Juara 7 – Rafindo Putra Perkasa (SMKN 2 Surakarta)
Juara 8 – Muhammad Nur Fakhri (SMKN 1 Bantul)
Juara 9 – Bagas Rizky Hary Saputra (SMKN 7 Semarang)
Juara 10 – Arya Bintang Adi Nugroho (SMKN 2 Surakarta)
Sebagai bentuk apresiasi, Universitas AMIKOM Yogyakarta menyiapkan potongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) khusus bagi pemenang kompetisi yang melanjutkan studi di Program Studi S1 Teknik Komputer. Juara pertama memperoleh potongan UKT sebesar 50 persen hingga lulus, disusul potongan bertingkat bagi juara berikutnya dan peringkat harapan.

Talk Show Bahas Arah Karier Keamanan Siber
Selain kompetisi, CSSC 2025 juga menghadirkan sesi talk show yang membahas arah dan peluang karier di bidang keamanan siber. Talk show ini dihadiri oleh peserta kompetisi sebagai bagian dari penguatan wawasan dan pemahaman nonteknis terkait dunia keamanan digital.
Sesi talk show menghadirkan Prof. Dr. Muhammad Suyanto, M.M., Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta, yang menyoroti pentingnya keamanan siber dalam pengelolaan aset digital dan pengembangan teknologi. Selain itu, hadir pula Muhammad Fani Akbar, alumni Teknik Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta yang saat ini berkarier sebagai praktisi keamanan siber di industri global, yang berbagi pengalaman mengenai kebutuhan kompetensi dan kesiapan karier di bidang tersebut.
Melalui sesi ini, peserta memperoleh gambaran mengenai peran keamanan siber di berbagai sektor serta pentingnya penguasaan keterampilan dan etika dalam pengembangan karier di dunia digital.
Melalui penyelenggaraan Cyber Security School Competition (CSSC) 2025, penyelenggara berharap kompetisi dan forum diskusi ini dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan minat, meningkatkan kompetensi, serta menyiapkan generasi muda yang siap berkontribusi dalam menjaga keamanan siber Indonesia.





