Keberhasilan Genius HR di ajang Asia Pacific ICT Alliance Awards (APICTA) 2025 menjadi salah satu catatan penting bagi inovasi teknologi Indonesia. Inovasi yang dikembangkan oleh tim dari Universitas AMIKOM Yogyakarta ini berhasil menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang meraih penghargaan Winner kategori IEEE AI Startup di Ajang yang sering disebut sebagai Oscarnya Teknologi ini. Tidak berhenti di situ, Genius HR juga meraih pengakuan lain dengan terpilih sebagai Runner Up kategori Technology: AI Technology of the Year.

Mujiyanto, dosen dan peneliti Universitas AMIKOM Yogyakarta sekaligus pengembang Genius HR, menjelaskan bahwa kategori Technology: AI Technology of the Year merupakan kategori dengan tingkat persaingan yang sangat ketat. Menurutnya, kategori ini diikuti oleh inovasi kecerdasan artifisial dari negara-negara dengan ekosistem teknologi yang kuat, termasuk perusahaan-perusahaan yang telah beroperasi selama puluhan tahun.
Sementara itu, kategori IEEE AI Startup yang berhasil dimenangkan Genius HR juga tidak kalah menantang. Mujiyanto mengungkapkan bahwa dalam kategori ini, persaingan tidak hanya datang dari startup, tetapi juga dari organisasi riset dan perusahaan teknologi yang memiliki tim penelitian khusus.
“Di kategori IEEE AI Startup, kami berhadapan dengan peserta dari berbagai latar belakang, termasuk lembaga riset dan organisasi teknologi besar. Jurinya berasal dari kalangan profesional internasional, sehingga setiap aspek inovasi benar-benar diuji,” jelasnya.


Mengenal Lebih jauh tentang Genius HR
Di balik capaian tersebut, Genius HR merupakan inovasi Human Resources Information System (HRIS) berbasis kecerdasan artifisial yang dikembangkan untuk membantu organisasi dalam mengelola sumber daya manusia secara lebih terukur. Sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai alat administrasi kepegawaian, tetapi juga dirancang untuk memberikan gambaran kondisi tenaga kerja melalui analisis data.
Genius HR memanfaatkan berbagai jenis data, mulai dari pola kerja dan jadwal, hingga data kesehatan dan psikologis, untuk membantu organisasi mendeteksi potensi kelelahan dan stres kerja secara dini. Dengan pendekatan ini, pengelolaan sumber daya manusia dapat dilakukan secara preventif, sehingga organisasi memiliki dasar pengambilan keputusan yang lebih baik dalam menjaga kesejahteraan dan keberlanjutan kinerja tenaga kerja.

Pengembangan Genius HR berawal dari situasi pandemi, ketika pola kerja mengalami perubahan signifikan dan jam kerja menjadi tidak teratur. Pada tahap awal, sistem ini dikembangkan untuk kebutuhan internal, terutama untuk mendukung presensi dan pengelolaan administrasi sumber daya manusia.
Seiring waktu, Genius HR terus berkembang dengan mengintegrasikan analisis berbasis kecerdasan artifisial dan pengolahan data yang lebih komprehensif. Saat ini, sistem tersebut telah diimplementasikan di lebih dari 25 organisasi dan digunakan oleh ribuan tenaga kerja di berbagai sektor. Implementasi ini menunjukkan bahwa Genius HR tidak hanya berhenti pada tahap riset, tetapi telah digunakan dalam konteks operasional sehari-hari.
Rencana Pengembangan ke Depan
Pasca APICTA 2025, Mujiyanto menyampaikan bahwa Genius HR akan memasuki fase pengembangan lanjutan. Selain memperkuat penerapan di sektor ketenagakerjaan, Genius HR direncanakan untuk merambah bidang lain, seperti pendidikan, dengan fokus pada pemantauan tingkat stres dan beban belajar, serta bidang kesehatan dan keselamatan kerja yang membutuhkan pemantauan kondisi psikologis secara berkelanjutan.
Mujiyanto juga mengungkapkan bahwa selama mengikuti APICTA 2025, tim Genius HR mendapatkan tawaran kolaborasi dari mitra luar negeri, khususnya dari Australia dan Taiwan. Tawaran tersebut mencakup peluang kerja sama distribusi serta kolaborasi riset untuk pengembangan teknologi berbasis data.
“APICTA membuka banyak ruang diskusi dengan pelaku industri dan peneliti dari berbagai negara. Dari sana muncul peluang kerja sama yang ke depan akan kami kaji dan kembangkan,” ujarnya. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat riset, meningkatkan akurasi sistem, serta memperluas pemanfaatan Genius HR di tingkat internasional.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
In Collaboration With : Mujiyanto




