Rapat Kerja Komisi B Dorong Penguatan Sleman Mart untuk Pemberdayaan UMKM

10 March 2026 | Berita Utama

Komisi B DPRD Kabupaten Sleman bersama Dinas Koperasi dan UMKM membahas pengembangan Sleman Mart dalam rapat kerja yang digelar di Ruang Rapat Badan Musyawarah Lantai II Gedung DPRD Kabupaten Sleman pada Jumat, 6 Maret 2026. Agenda tersebut menghadirkan tim pengembang dari Universitas AMIKOM Yogyakarta untuk memaparkan arah penguatan platform sebagai upaya optimalisasi pemberdayaan UMKM, sekaligus menyiapkan ekosistem belanja lokal yang lebih terarah, efisien, dan berpihak pada pelaku usaha di Sleman.

Rapat kerja ini menunjukkan bahwa Sleman Mart tidak lagi dipandang sebagai sekadar etalase produk digital. Dalam pembahasan tersebut, platform ini diarahkan menjadi wadah transaksi yang dapat menghubungkan kebutuhan belanja pemerintah daerah dengan produk UMKM lokal. Kebutuhan rutin instansi, seperti konsumsi rapat, seragam, dan produk kerajinan, diharapkan dapat dipenuhi melalui ekosistem lokal, sehingga perputaran belanja tetap berada di Sleman dan manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh pelaku usaha setempat.

Mahasiswa D3 TI Universitas AMIKOM Yogyakarta Kembangkan Inovasi Platform Sleman Mart untuk UMKM Sleman

Ketua Program Studi D3 Teknik Informatika Universitas AMIKOM Yogyakarta, Barka Satya, M.Kom., menjelaskan bahwa pengembangan Sleman Mart berangkat dari kebutuhan nyata untuk menghadirkan platform yang lebih berpihak pada UMKM. Menurutnya, respons pemerintah terhadap gagasan ini berkembang positif dan mendorong pembahasan yang lebih serius lintas instansi.

“Kami ingin menghadirkan platform yang benar-benar berpihak pada pelaku UMKM. Sleman Mart adalah ruang transaksi digital yang dibangun oleh mahasiswa kami, dengan tujuan memperkuat ekonomi daerah. Ini bukan hanya proyek akademik, tetapi kontribusi nyata bagi masyarakat.” Ujar Barka.

Dalam rapat kerja itu, isu utama yang mengemuka adalah kebutuhan Pemerintah Kabupaten Sleman untuk menyiapkan wadah belanja lokal yang mampu menampung kebutuhan transaksi OPD sekaligus memperkuat perputaran ekonomi daerah. Sleman Mart diarahkan menjadi marketplace dan toko daring lokal tempat instansi pemerintah dapat memesan berbagai kebutuhan, mulai dari konsumsi rapat, seragam, hingga produk kerajinan, sehingga belanja pemerintah dapat memberi dampak langsung kepada pelaku UMKM di Sleman.

Pembahasan ini menjadi penting karena selama ini sebagian transaksi pemerintah masih terhubung dengan platform swasta. Dalam penjelasan Barka, kondisi tersebut membuat sebagian nilai ekonomi justru keluar dari Sleman, disertai potongan transaksi dan proses pencairan dana yang relatif lama. Karena itu, Rapat Kerja Komisi B menempatkan pengembangan Sleman Mart sebagai solusi agar mekanisme belanja pemerintah bisa lebih berpihak kepada UMKM lokal, dengan skema yang lebih lokal, lebih efisien, dan lebih mendukung keberlangsungan usaha kecil di Sleman, Sehingga manfaat ekonominya akan tetap berputar dan kembali ke daerah sendiri.

Dukungan tersebut tampak bukan hanya pada forum rapat kerja, tetapi juga pada penyusunan arah pengembangan platform. Dalam paparan yang disampaikan pada agenda itu, Sleman Mart ditempatkan dalam kerangka pengadaan digital daerah yang lebih tertata, dengan penekanan pada transparansi, kendali belanja, keamanan transaksi, serta afirmasi bagi UMKM lokal. Salah satu fokus yang mengemuka adalah upaya memperbesar ruang belanja pemerintah untuk UMKM, sehingga platform ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pemasaran, tetapi juga sebagai instrumen kebijakan yang mendukung ekonomi lokal.

Sinergi antara pemerintah daerah dan Universitas AMIKOM Yogyakarta juga terlihat dari proses pengembangannya yang berkelanjutan. Sebelumnya, platform ini berkembang dari proyek mahasiswa menjadi kerja yang lebih profesional, lalu diperkuat melalui pendampingan teknis bagi pelaku UMKM. Kegiatan pendampingan yang berlangsung pada 18 November hingga 4 Desember 2025 di laboratorium Universitas AMIKOM Yogyakarta menjadi bagian penting untuk memastikan pelaku UMKM tidak hanya memiliki akses ke platform, tetapi juga memahami cara mengelola produk, akun, dan toko digitalnya secara mandiri.

“Pendampingan ini kami rancang agar pelaku UMKM dapat memahami cara kerja sistem dan mengelola toko digital mereka secara mandiri. Ini adalah langkah penting agar Sleman Mart benar-benar bermanfaat.”, Ujar Barka,

Prodi D3 TI dan DISKOPUKM Sleman Gelar Pendampingan UMKM Sleman Mart

Barka juga menyampaikan arah pengembangan Sleman mart yang akan terus diperkuat secara bertahap. Beberapa kebutuhan lanjutan yang disebutkan mencakup kerja sama jasa kirim, integrasi payment gateway, serta pengembangan fitur agar platform semakin mendekati sistem marketplace yang lebih matang. Namun, pendekatan pengembangannya tetap disesuaikan dengan kondisi UMKM di lapangan, mengingat tidak semua pelaku usaha memiliki perangkat dan literasi digital yang sama. Karena itu, teknologi yang dibangun harus menyesuaikan kebutuhan pengguna, bukan sebaliknya.

Yang tidak kalah penting, rapat kerja ini memperlihatkan adanya sinergi kelembagaan yang semakin kuat. DPRD Kabupaten Sleman memberi ruang pembahasan resmi, Dinas Koperasi dan UMKM mengarahkan kebutuhan pemberdayaan pelaku usaha, sementara Universitas AMIKOM Yogyakarta menghadirkan dukungan teknologi dan pengembangan sistem. Kolaborasi ini menjadi dasar penting agar Sleman Mart dapat tumbuh sebagai platform yang relevan dengan kebutuhan daerah, tanpa melepaskan fokus utamanya, yaitu pemberdayaan UMKM.

Ke depan, penguatan Sleman Mart diharapkan tidak hanya memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM, tetapi juga mempertegas keberpihakan pemerintah daerah terhadap belanja lokal. Dengan dukungan kelembagaan yang semakin jelas, Sleman Mart berpeluang menjadi ruang transaksi yang mampu mempertemukan kebijakan pemerintah, kebutuhan pasar, dan kesiapan UMKM dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Harapannya, sinergi ini dapat terus dijaga agar pemberdayaan UMKM di Kabupaten Sleman berjalan lebih terstruktur, berkelanjutan, dan memberi dampak nyata bagi perekonomian daerah.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
In Colaboration With : Barka Satya