
Universitas Serang Raya melakukan kunjungan akademik ke Universitas AMIKOM Yogyakarta pada Senin, 12 Januari 2026, yang berlangsung di Ruang Cinema Universitas AMIKOM Yogyakarta. Kunjungan ini menjadi forum diskusi dan pertukaran gagasan terkait pengembangan pendidikan, penelitian, serta pemanfaatan teknologi informasi antarperguruan tinggi.
Diskusi tersebut dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, dan sivitas akademika dari kedua institusi. Agenda utama pertemuan difokuskan pada penguatan jejaring akademik serta penjajakan peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan, khususnya dalam bidang riset, pengabdian kepada masyarakat, dan peningkatan kualitas pembelajaran.
Dalam sambutannya, Sumiati, S.T., M.M., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Teknologi Informasi Universitas Serang Raya, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi akademik yang lebih intensif. Ia menilai diskusi langsung antar pimpinan dan dosen menjadi ruang strategis untuk saling bertukar pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan pendidikan tinggi di bidang teknologi informasi.
“Melalui diskusi ini, kami berharap dapat membuka peluang kerja sama yang lebih konkret, baik dalam penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa,” ujar Sumiati.
Selanjutnya, Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta, Prof. Dr. Kusrini, M.Kom menyampaikan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi memiliki peran penting dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi. Menurutnya, diskusi akademik seperti ini menjadi fondasi awal untuk merancang kerja sama yang relevan dan berdampak.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga memaparkan tentang berbagai penerapan AI, machine learning, deep learning, hingga computer vision dalam berbagai riset dan inovasi yang dikembangkan di Fakultas Ilmu Komputer AMIKOM, khususnya yang berorientasi pada pemecahan masalah nyata. Di antaranya pemanfaatan kamera pengawas untuk analisis kepadatan lalu lintas, sistem deteksi hama tanaman berbasis citra digital, pemantauan potensi kebakaran hutan melalui data visual, serta pengembangan sistem cerdas untuk mendukung sektor peternakan dan pariwisata. Seluruh riset tersebut dikembangkan melalui pendekatan berbasis data dan melibatkan kolaborasi dosen serta mahasiswa.
“Teknologi deep learning dan computer vision bukan sekadar tren, tetapi alat yang harus diarahkan untuk menghasilkan solusi yang berdampak. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memastikan teknologi ini digunakan secara bertanggung jawab dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kusrini dalam pemaparannya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam proses riset sejak dini. Menurutnya, integrasi riset ke dalam pembelajaran tidak hanya memperkuat pemahaman konseptual, tetapi juga melatih mahasiswa untuk berpikir kritis dan solutif dalam menghadapi tantangan teknologi yang terus berkembang.
Dalam forum antara kedua instansi tersebut, kedua pihak juga mendiskusikan pengembangan riset berbasis teknologi informasi, termasuk kecerdasan buatan, sebagai salah satu fokus yang berpotensi dikolaborasikan. Keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam riset bersama dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem akademik yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Melalui pertemuan ini, kedua institusi berharap diskusi yang terbangun dapat berlanjut pada kerja sama nyata dan berkesinambungan, serta memberikan kontribusi positif bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi dan pengembangan riset di masa mendatang.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional




