Sistem Informasi Universitas AMIKOM Yogyakarta Raih Predikat Tertinggi Dalam PIKOBE APTIKOM

6 January 2026 | Berita Utama

Yogyakarta, 27 Desember 2025 — Program Studi Sistem Informasi Universitas AMIKOM Yogyakarta berhasil meraih Platinum Achievement, peringkat tertinggi dalam Evaluasi Indeks Kematangan Outcome-Based Education (OBE) yang diselenggarakan oleh PIKOBE APTIKOM. Pengumuman capaian tersebut disampaikan secara resmi melalui kanal YouTube APTIKOM TV pada 27 Desember 2025, dalam rangkaian pengumuman hasil penilaian nasional PIKOBE APTIKOM Tahun 2025.

PIKOBE adalah Pusat Indeks Kematangan Outcome-Based Education APTIKOM untuk membantu program studi mengukur kematangan OBE secara objektif, dan menyusun langkah perbaikan mutu yang terarah. Dengan mengikuti Evaluasi Indeks Kematangan OBE akan membantu program studi membuktikan implementasi kurikulum OBE secara terukur, menyiapkan evidence yang rapi, dan menjalankan perbaikan berkelanjutan sehingga memperkuat kesiapan menuju Akreditasi Unggul.

Dalam sambutannya, Ketua Umum APTIKOM, Prof. Dr. rer.nat. Achmad Benny Mutiara, S.Kom. menyampaikan bahwa PIKOBE menjadi instrumen penting dalam memastikan kurikulum yang diterapkan selaras dengan capaian pembelajaran lulusan serta kebutuhan industri dan perkembangan global.

Beliau juga menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses penilaian yang dilakukan secara profesional dan independen oleh tim PIKOBE APTIKOM. Ia menekankan bahwa setiap program studi dinilai berdasarkan prinsip objektivitas, transparansi, dan orientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.

“Di balik setiap proses penilaian, tim PIKOBE bekerja secara kolaboratif, profesional, dan independen. Kami memastikan setiap program studi mendapatkan evaluasi yang objektif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu,” tegasnya.

Selain capaian Platinum oleh Program Studi Sistem Informasi Universitas AMIKOM Yogyakarta, Program Studi Teknologi Informasi Universitas AMIKOM Yogyakarta juga berhasil meraih Gold Achievement, bersama 12 program studi dari universitas lain di Indonesia yang memperoleh predikat serupa pada Evaluasi Indeks Kematangan OBE 2025. Prodi Teknik Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta juga berhasil meraih Silver Achievement bersama 7 Universitas lainnya. Capaian ini menunjukkan konsistensi penerapan kurikulum OBE di lingkungan Universitas AMIKOM Yogyakarta pada lebih dari satu program studi.

Ketua Program Studi Sistem Informasi Universitas AMIKOM Yogyakarta, Anggit Dwi Hartanto, M.Kom., menjelaskan bahwa keberhasilan meraih Platinum Achievement merupakan hasil dari proses evaluasi yang sistematis, dimulai dari pengisian Laporan Evaluasi Diri Indeks Kematangan (LEDIK), penilaian oleh evaluator PIKOBE, hingga tahapan perbaikan dan validasi.

“Evaluasi ini tidak hanya menilai kelengkapan dokumen kurikulum, tetapi juga memastikan implementasi OBE berjalan secara nyata. Kami secara rutin memantau ketercapaian Capaian Pembelajaran Mata Kuliah dan Capaian Pembelajaran Lulusan agar kurikulum tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Anggit.

Ia menambahkan bahwa Program Studi Sistem Informasi Universitas AMIKOM Yogyakarta memanfaatkan sistem digital SIKUROBE untuk mendukung pengelolaan dan pemantauan data capaian pembelajaran secara konsisten, sehingga proses evaluasi dapat berjalan lebih terukur dan akurat.

Ketua Umum APTIKOM juga mengajak program studi lain untuk mengikuti evaluasi PIKOBE sebagai bagian dari penguatan mutu pendidikan tinggi. Menurutnya, evaluasi ini menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan program studi menuju Akreditasi Unggul melalui pendekatan perbaikan berkelanjutan.

Ke depan, Universitas AMIKOM Yogyakarta berkomitmen untuk terus mengembangkan implementasi kurikulum berbasis OBE melalui prinsip Continuous Quality Improvement (CQI). Pencapaian Platinum dan Gold Achievement ini diharapkan dapat memperkuat kualitas pembelajaran serta meningkatkan kesiapan lulusan dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
Koresponden: Anggit Dwi Hartanto