
Yogyakarta, 4 Januari 2025 – Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Bapak Teuku Riefky Harsya, melakukan kunjungan kerja dan visitasi ke Universitas AMIKOM Yogyakarta serta Studio MSV Pictures pada Sabtu (4/1/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung pengembangan ekosistem ekonomi kreatif berbasis pendidikan tinggi serta keterhubungannya dengan industri kreatif, khususnya di sektor film dan animasi.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif didampingi oleh Pembina Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Ekonomi Kreatif Ibu Adinda Yuanita T. Riefky Harsya, Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Ibu Dessy Ruhati, Deputi Bidang Kreativitas dan Desain Ibu Yuke Sri Rahayu, Direktur Arsitektur dan Desain Ibu Sabar Norma Megawati, Pelaksana Tugas Kepala Biro Komunikasi Bapak Kiagoos Irvan Faisal, Pelaksana Tugas Kepala Biro Umum Bapak Indra Saputra Farhas, serta Tenaga Ahli Menteri Bapak Hasbil Mustaqim Lubis.
Rombongan Kementerian Ekonomi Kreatif disambut langsung oleh Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta, Prof. Dr. M. Suyanto, MM, bersama jajaran pimpinan universitas AMIKOM Yogyakarta dan manajemen PT MSV Studio. Dalam pemaparannya, Prof. Suyanto menjelaskan arah pengembangan Universitas AMIKOM Yogyakarta sebagai perguruan tinggi yang menempatkan ekonomi kreatif sebagai basis pendidikan, riset, dan kewirausahaan.
Prof. Suyanto menyampaikan bahwa ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan penciptaan nilai tambah berbasis kekayaan intelektual. Ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membangun ekosistem yang tidak hanya menghasilkan lulusan profesional dan ilmuwan, tetapi juga mendorong lahirnya wirausaha dan kreator di sektor ekonomi kreatif

Dalam Kesempatan tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif menegaskan bahwa ekonomi kreatif memiliki peran strategis sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan perubahan struktur industri. Ia menilai sektor ekonomi kreatif mampu memberikan nilai tambah tinggi karena bertumpu pada ide, kreativitas, dan kekayaan intelektual, bukan semata pada sumber daya alam.
Beliau juga menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi sebagai simpul utama pengembangan talenta ekonomi kreatif. Menurutnya, kampus memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif, kreatif, dan mampu menjawab kebutuhan industri, termasuk industri film, animasi, dan konten digital.
“Penguatan ekosistem ekonomi kreatif perlu dilakukan secara terintegrasi, melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dan industri. Kampus menjadi ruang penting untuk menyiapkan talenta kreatif sekaligus mendorong inovasi berbasis riset,” ujar Teuku Riefky Harsya dalam kunjungan tersebut.
Selain itu, Menteri Ekonomi Kreatif juga menekankan bahwa film dan animasi memiliki daya ungkit lintas subsektor, sehingga dapat menjadi pintu masuk bagi produk dan identitas budaya Indonesia ke pasar global. Ia menilai pengembangan industri film yang terhubung dengan pendidikan dan riset akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai industri kreatif internasional.
Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Kementerian Ekonomi Kreatif, Universitas AMIKOM Yogyakarta, dan pelaku industri kreatif dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong lahirnya talenta kreatif serta memperluas kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap pembangunan nasional.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
Photo By: Baharudin N. Yusuf, Rafi’ Yudhistira Budi




