
Yogyakarta, 20 Desember 2025 — Universitas AMIKOM Yogyakarta menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Stella Christie, dalam rangka diskusi strategis mengenai arah kebijakan pendidikan tinggi nasional dan penguatan ekosistem inovasi.
Wamendiktisaintek diterima langsung oleh Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta, Prof. Dr. M. Suyanto, MM bersama jajaran pimpinan universitas dan unit strategis, termasuk Innovation Center dan ABP Inkubator. Dalam pertemuan tersebut, Prof Suyanto memaparkan presentasinya yang berjudul, “Arah pendidikan tinggi menuju indonesia emas 2025”, dimana beliau menyampaikan visi universitas dalam mendukung Indonesia Emas, dengan menempatkan ekonomi kreatif, teknologi digital, dan industri animasi sebagai sektor unggulan.
Rektor juga menegaskan bahwa Universitas AMIKOM secara konsisten mengembangkan model pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri dan masyarakat, serta mendorong mahasiswa untuk terlibat aktif dalam inovasi dan kewirausahaan berbasis teknologi.
Wamendiktisaintek Stella Christie menyampaikan apresiasi atas capaian Universitas AMIKOM Yogyakarta, khususnya prestasi internasional di ajang Asia Pacific ICT Alliance (APICTA) yang berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Winner kategori IEEE AI Startup dan Runner Up kategori Technology: AI Technology of the Year.
Beliau juga memberikan apresiasi atas keberhasilan Universitas Amikom Yogyakarta dalam membangun ekosistem pendidikan yang kuat di bidang teknologi, ekonomi kreatif, dan animasi. Menurutnya, AMIKOM merupakan contoh perguruan tinggi yang mampu mengintegrasikan pendidikan, riset, dan industri secara nyata.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Prof. Stella dan Pimpinan Universitas Amikom Yogyakarta banyak berdiskusi tentang animasi, inovasi, dan pengembangan kecerdasan buatan (AI), dan juga sisi akademik Perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa apabila Universitas AMIKOM Yogyakarta memerlukan dukungan pemerintah, baik dalam bentuk pendanaan riset, konsultasi regulasi, maupun kolaborasi dengan pihak lain, pemerintah siap membantu dan memfasilitasi agar potensi inovasi kampus dapat terwujud secara maksimal.
Lebih jauh, Prof. Stella juga menyatakan kesiapannya untuk membantu AMIKOM dalam menjajaki kolaborasi dengan pihak lain, baik lembaga pemerintah, dunia usaha, maupun organisasi riset, sebagai bagian dari upaya memperkuat link and match antara kampus, Pemerintah dan industri.
Menariknya, diskusi tidak berhenti di ruang rapat. Rektor AMIKOM mengajak Wamendiktisaintek meninjau langsung Creative Economy Park, termasuk Studio MSV Pictures. Di sinilah konsep pendidikan berbasis industri benar-benar terasa: mahasiswa belajar, berkarya, dan berproduksi dalam ekosistem nyata industri kreatif.
Kunjungan ini memperkuat sinergi antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam mewujudkan perguruan tinggi yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing global.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional




