Ahli AI Indonesia dari AMIKOM Menang di Taiwan: Winner IEEE AI Startup di Asia Pacific ICT Awards (APICTA)

15 December 2025 | Berita Utama

Kaohsiung, Taiwan – Universitas AMIKOM Yogyakarta mencatatkan pencapaian pada ajang Asia Pacific ICT Alliance Awards (APICTA) 2025 melalui inovasi Genius HR yang berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Winner kategori IEEE AI Startup dan Runner Up kategori Technology: AI Technology of the Year. Ajang bergengsi tingkat Asia Pasifik ini mempertemukan inovasi teknologi informasi dari kalangan industri, akademisi, dan lembaga riset, dengan proses seleksi dan penjurian yang ketat oleh juri profesional internasional.

Keberhasilan tersebut diraih melalui rangkaian kompetisi yang berlangsung di Kaohsiung, Taiwan, dan diikuti oleh ratusan delegasi dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik. Universitas AMIKOM Yogyakarta menjadi satu-satunya delegasi dari Indonesia yang berhasil membawa pulang trofi Winner pada APICTA 2025.

Asia Pacific ICT Alliance Awards (APICTA) sendiri merupakan ajang tahunan tingkat Asia Pasifik yang mempertemukan inovasi teknologi informasi dan komunikasi dari kalangan industri, startup, akademisi, serta lembaga riset. Kompetisi ini diikuti oleh ratusan delegasi dari lebih dari sepuluh negara di kawasan Asia Pasifik dan dilaksanakan melalui proses seleksi nasional di masing-masing negara sebelum berlanjut ke tingkat regional.

Dalam Sambutannya, Wakil Presiden Taiwan, Bi-khim Hsiao, mengungkapkan bahwa ajang ini kerap dipandang sebagai tolok ukur prestisius di bidang teknologi, Bahkan mengungkapkan bahwa ajang ini kerap dianalogikan sebagai “Oscarnya di bidang teknologi” karena standar penilaian dan profil pesertanya yang sangat ketat.

Pada APICTA 2025, Universitas AMIKOM Yogyakarta mengirimkan tiga produk inovasi, yaitu Genius HR, iTani, dan SmartBisaIT. Ketiga produk tersebut telah melalui proses kurasi nasional sebelum ditetapkan sebagai delegasi Indonesia untuk berkompetisi di tingkat Asia Pasifik.

Selama rangkaian APICTA 2025, delegasi Universitas AMIKOM Yogyakarta mengikuti berbagai agenda resmi, antara lain matchmaking event dengan pelaku industri dan akademisi internasional, sesi presentasi produk, serta proses penjurian. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperluas jejaring, bertukar gagasan, dan memperkenalkan inovasi yang dikembangkan kepada mitra potensial dari berbagai negara.

Perjalanan Genius HR di APICTA 2025

Genius HR sendiri merupakan inovasi Human Resources Information System (HRIS) berbasis kecerdasan artifisial yang dikembangkan untuk membantu organisasi dalam mengelola sumber daya manusia secara lebih terukur. Inovasi ini memanfaatkan data kerja, psikologis, dan kesehatan untuk memprediksi tingkat kelelahan dan stres kerja secara preventif, sehingga mendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam pengelolaan tenaga kerja.

Mengenal Lebih dalam Winner APICTA 2025, Genius HR

Dalam APICTA 2025, Genius HR diikutsertakan pada tiga kategori kompetisi, yaitu Business Services, IEEE AI Startup, dan Technology: AI Technology of the Year. Mujiyanto, pengembang Genius HR, menyampaikan bahwa penjurian di APICTA 2025 berlangsung sangat ketat. Proses pitching dilakukan dalam waktu terbatas, menuntut tim untuk menyampaikan konsep, manfaat, serta kesiapan produk secara ringkas dan sistematis di hadapan juri internasional. Sebelumnya, tim juga telah mengirimkan dokumen pendukung berupa profil produk, paparan konsep, dan materi visual yang menjadi bagian dari tahap kurasi awal.

“Kompetitornya berasal dari perusahaan dan lembaga riset yang sudah lama berdiri. Karena itu, setiap aspek produk benar-benar diuji dalam waktu presentasi yang terbatas,” ujarnya.

Dari tiga kategori yang diikuti, Genius HR berhasil meraih Winner kategori IEEE AI Startup dan Runner Up kategori Technology: AI Technology of the Year. Kedua kategori tersebut merupakan kategori berbasis kecerdasan artifisial yang menjadi fokus utama perkembangan teknologi global saat ini.

Penghargaan ini dinilai sebagai pengakuan atas pendekatan Genius HR yang menempatkan teknologi kecerdasan artifisial sebagai alat pendukung pengelolaan sumber daya manusia, dengan perhatian pada aspek kesejahteraan dan keberlanjutan tenaga kerja.

Mujiyanto menyampaikan bahwa capaian ini memberikan kebanggaan sekaligus motivasi. “Penghargaan ini menjadi hasil dari proses persiapan dan pengembangan yang panjang. Harapannya, inovasi ini dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas,” katanya.

Keberhasilan Universitas AMIKOM Yogyakarta pada APICTA 2025 menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam mengembangkan inovasi berbasis riset yang mampu bersaing di tingkat internasional. Partisipasi dan capaian ini diharapkan dapat mendorong penguatan kolaborasi global, peningkatan kualitas riset, serta pengembangan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri di masa mendatang.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
In Collaboration With : Mujiyanto