
Jakarta, 20 November 2025 — Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas AMIKOM Yogyakarta, Rahmat Nur Hasan, seorang mahasiswa penyandang Tuli (Tunarungu) yang aktif dalam inovasi teknologi inklusi, mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang UMi Youthpreneur 2025 setelah berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus, yaitu: Juara 1 Kategori Mahasiswa Bidang Sosial dan Lingkungan, Juara 1 ABK Bidang Perdagangan dan Jasa, serta Best Team Clash of Youthpreneur x Capacity Building. Serta dapat 2 selempang peserta terpintar dan termenarik. Prestasi ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan halangan untuk terus berprestasi dan bersaing di tingkat nasional.
UMi Youthpreneur 2025 sendiri merupakan kompetisi kewirausahaan nasional yang diselenggarakan oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP) bekerja sama dengan Wadhwani Foundation. Kompetisi yang berlangsung pada 12–15 November 2025 di Hotel Sari Pasific, Jakarta, ini mempertemukan lebih dari 1.500 peserta dari seluruh Indonesia untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi di bidang kewirausahaan.
Ajang ini dirancang untuk memberikan ruang bagi generasi muda dalam mengembangkan ide usaha, memperkuat kemampuan bisnis, dan menghadirkan solusi yang berdampak bagi masyarakat. Peserta mengikuti proses kurasi mulai dari seleksi pitch deck, pengumuman 80 besar, penguatan kapasitas di tahap 40 besar, hingga bootcamp intensif bagi 24 finalis. Seluruh peserta mendapatkan pelatihan kewirausahaan oleh para ahli serta kesempatan pitching di hadapan juri yang terdiri dari CEO dan praktisi industri.
Di ajang ini, Hasan mengikuti kompetisi di bidang sosial dan lingkungan melalui pengembangan aplikasi “Setara”, sebuah platform penerjemah BISINDO berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk menjembatani komunikasi antara teman Tuli dan masyarakat umum. Inovasi ini menggambarkan komitmennya untuk menghadirkan solusi yang inklusif dan dapat digunakan di berbagai layanan publik seperti sekolah, kampus, rumah sakit, serta dunia kerja. Setara diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju akses komunikasi yang lebih adil dan setara bagi semua lapisan masyarakat.
Setara: Inovasi Penerjemah BISINDO Berbasis AI Karya Mahasiswa Universitas AMIKOM Yogyakarta
Saat sesi pitching, juri sangat antusias dan langsung mencoba aplikasi Setara secara langsung. Mereka mengapresiasi keunikan teknologi penerjemah BISINDO real-time dan memberikan sejumlah masukan berharga terkait pengembangan fitur sebelum peluncuran resmi di Playstore. Hasan merasa bersyukur karena kesempatan tersebut menjadi momen langka untuk mendapatkan insight langsung dari para ahli industri.
Persiapan Hasan mengikuti kompetisi ini melalui proses yang panjang dan terarah. ia memulai langkahnya dengan memetakan kebutuhan komunikasi komunitas Tuli yang kerap mengalami hambatan dalam berinteraksi di ruang publik. Hasan mengikuti pelatihan kewirausahaan, berdiskusi dengan mentor, serta melakukan riset mendalam untuk merumuskan solusi yang tepat. Ia juga menekankan pentingnya latihan penyampaian pitch agar pesan yang dibawanya lebih jelas.
“Saya belajar untuk memperkuat pesan, menyiapkan mental, dan memastikan bahwa gagasan saya dapat dipahami dengan baik oleh juri maupun audiens,” ungkap Hasan.
Dalam prosesnya, Hasan menghadapi sejumlah tantangan signifikan. Kendala komunikasi selama sesi pelatihan dan pitching menjadi tantangan utama, terutama ketika terjadi perbedaan pemahaman antara dirinya dan juru bahasa isyarat, atau ketika ia perlu menangkap arahan juri dalam waktu yang sangat terbatas. Ia juga mengakui bahwa saat sesi presentasi berlangsung, terdapat bagian slide yang sempat terlupa. Meski demikian, ia berusaha menjaga fokus dan menyampaikan inti gagasan dengan bahasa yang sederhana namun kuat. Tantangan teknis pun muncul ketika ia harus membangun prototype Setara dalam waktu yang relatif singkat.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan tersebut, dukungan dari keluarga, rekan satu tim, juru bahasa isyarat, panitia PIP yang terus memberikan motivasi selama proses kompetisi, serta dukungan dari seseorang yang sangat berarti baginya, bersama keluarganya, yang selama ini menjadi sumber motivasi dan penyemangat terbesar, turut memperkuat langkahnya hingga mencapai tahap final. Semangat pantang menyerah menjadi kunci yang membawanya sampai pada titik ini.
Setelah pengumuman juara, Hasan mendapatkan kejutan istimewa yaitu tawaran bantuan langsung dari seorang mentor yang berkomitmen mendukung percepatan penyelesaian aplikasi Setara hingga benar-benar siap dirilis. Tidak hanya itu, mentor dari Alner juga memberikan arahan dan dukungan profesional sekaligus menjanjikan hadiah kontribusi khusus untuk membantu pengembangan Setara agar dapat berkembang lebih baik ke depannya.

Pada babak grand final, Hasan berhasil menyampaikan potensi aplikasi Setara dengan meyakinkan di hadapan dewan juri yang terdiri dari para CEO dan praktisi bisnis nasional. Gagasan tentang inklusi komunikasi serta dampak sosial yang ditawarkan Setara menjadi nilai kuat yang membedakannya dari peserta lain. Pada akhir kompetisi, Hasan diumumkan sebagai peraih tiga penghargaan sekaligus: Juara 1 Kategori Mahasiswa Bidang Sosial dan Lingkungan, Juara 1 ABK Bidang Perdagangan dan Jasa, serta Best Team Clash of Youthpreneur x Capacity Building.
Lebih membahagiakan lagi, Hasan menerima kabar langsung dari Direktur Utama PIP yang menyampaikan niat untuk membantu pengembangan Setara bersama tim IT profesional. Dukungan tersebut menjadi harapan besar untuk meringankan tantangan teknis dan mempercepat proses penyempurnaan aplikasi. Bahkan, setelah kompetisi, Hasan juga menerima undangan wawancara dan tawaran kolaborasi dari beberapa pihak yang tertarik mendukung perjalanan Setara ke tahap implementasi nasional.
Hasan mengaku terharu dan bersyukur atas pencapaian tersebut. “Saya merasa perjuangan saya selama ini tidak sia-sia. Penghargaan ini membuat saya semakin bersemangat untuk mengembangkan Setara agar bisa membantu lebih banyak teman Tuli di berbagai daerah,” ujarnya.
Hasan berharap Setara bisa menjadi jembatan komunikasi yang benar-benar inklusif untuk teman-teman Tuli di seluruh Indonesia. Ia juga berharap aplikasi Setara dapat segera diimplementasikan di sekolah, kampus, layanan publik, rumah sakit, dan dunia kerja untuk mewujudkan komunikasi yang lebih inklusif.
“Saya ingin berkolaborasi dengan kampus, komunitas Tuli, pemerintah, dan perusahaan supaya Setara bisa masuk Playstore dan digunakan secara nyata. Saya percaya, setiap orang berhak untuk dimengerti.”, tambahnya.
Universitas AMIKOM Yogyakarta memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap prestasi Hasan dan berharap inovasi Setara dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
In Collaboration With : Rahmat Nur Hasan




