Amikom Resource Center Gelar Pelatihan literasi informasi, Kupas Strategi Publikasi Riset di IEEE

26 August 2025 | Berita Utama

Yogyakarta, 25 Agustus 2025 – Universitas AMIKOM Yogyakarta melalui Amikom Resource Centre menggelar pelatihan literasi informasi bertajuk “JSTOR & IEEE Xplore Made Easy” pada Senin (25/8) di Ruang Lab 6.2.1. Acara ini menghadirkan Alex Liu Yupeng, Manager Client Services Asia IEEE, yang memberikan pemaparan mendalam mengenai strategi menulis, mengirimkan, dan berhasil dalam publikasi ilmiah di IEEE.

Dalam sesi berjudul Unlocking IEEE: How to Write, Submit, and Succeed as a Research Author, Alex Liu memperkenalkan IEEE sebagai penerbit berbasis komunitas dengan lebih dari 29 technical societies yang menaungi ribuan jurnal dan konferensi. Ia menekankan bahwa penulis yang ingin mempublikasikan risetnya di IEEE harus memahami terlebih dahulu standar dan gaya penulisan artikel yang sudah terbit.

“Jika ingin publikasi di IEEE, cara terbaik adalah membaca paper yang sudah ada di IEEE Xplore. Sama halnya seperti belajar sebelum ujian, kita harus mempelajari soal-soal tahun sebelumnya agar lebih siap,” jelas Alex Liu.

Alex juga memaparkan perbedaan publikasi di jurnal dan konferensi. Menurutnya, jurnal mensyaratkan penelitian yang sudah final dengan kontribusi orisinal, sedangkan konferensi bisa menerima penelitian yang masih berjalan. Ia menambahkan bahwa reviewer IEEE menilai bukan hanya akurasi, tetapi juga novelty, kejelasan kontribusi, dan relevansi riset dengan bidang yang diampu oleh technical society.

Selain membahas proses penulisan, Alex menyinggung etika penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam penulisan ilmiah. Ia menegaskan bahwa penggunaan AI diperbolehkan selama transparan, dengan kewajiban penulis menjelaskan bagian mana yang dihasilkan dengan bantuan teknologi. “AI bisa membantu, tetapi orisinalitas dan kontribusi tetap harus datang dari penulis,” tegasnya.

Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai fitur pendukung seperti IEEE Author Center, IEEE Open, dan IEEE Xplore Digital Library yang dapat digunakan untuk mencari referensi, memahami tren riset terbaru, hingga menentukan jurnal atau konferensi yang sesuai dengan bidang penelitian.

Sesi yang berlangsung interaktif ini ditutup dengan diskusi dan tanya jawab seputar strategi publikasi, cara memilih jurnal yang tepat, serta tips membangun portofolio penelitian. Alex Liu menekankan bahwa tujuan utama dari publikasi bukan sekadar terindeks, tetapi bagaimana riset dapat memberi kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional