Yogyakarta, 7 Februari 2025 – Keberhasilan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas AMIKOM Yogyakarta merupakan tugas bersama seluruh civitas akademika. Setiap dosen, karyawan, dan mahasiswa adalah duta Amikom, yang memiliki peran penting dalam menarik minat calon mahasiswa baru.
Pesan ini disampaikan dalam Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Amikom 2025/2026 yang dihadiri oleh seluruh Dosen dan Tendik Universitas Amikom Yogyakarta, di mana berbagai strategi promosi kampus dibahas untuk memastikan bahwa setiap individu di Amikom dapat berkontribusi dalam memperkenalkan keunggulan kampus kepada masyarakat luas.
Ketua PMB 2025/2026, Drs. H. Bambang Sudaryatno, M.M., membuka acara dengan menekankan bahwa peran aktif dosen dan karyawan sangat menentukan dalam menarik mahasiswa baru.
“Promosi kampus bukan hanya tentang iklan dan brosur. Dosen, karyawan, bahkan mahasiswa, adalah wajah Amikom di mata publik. Ketika kita berbicara tentang kampus ini, kita sedang mempromosikan ekosistem yang membentuk masa depan mahasiswa. Oleh karena itu, kita semua harus menjadi duta Amikom,” ujarnya.
Beliau menegaskan bahwa setiap interaksi dengan masyarakat, baik dalam forum resmi maupun pertemuan santai, adalah kesempatan untuk memperkenalkan Amikom. Reputasi Amikom dibangun dari bagaimana civitas akademikanya menjelaskan keunggulan kampus ini kepada calon mahasiswa dan orang tua mereka.
“Mungkin kita tidak menyadari, tetapi rekomendasi pribadi sering kali lebih berpengaruh daripada iklan. Jika kita dengan bangga menceritakan pengalaman dan keunggulan Amikom kepada keluarga, teman, atau komunitas kita, itu bisa menjadi faktor penentu dalam keputusan mereka memilih kampus ini,” tambahnya.
Universitas AMIKOM Yogyakarta: Kampus Inovasi dan Ekonomi Kreatif
Rektor Universitas Amikom Yogyakarta, Prof. Dr. M. Suyanto, M.M., menegaskan bahwa inovasi dan ekonomi kreatif adalah kunci utama bagi Amikom dalam menghadapi persaingan di dunia pendidikan tinggi. Beliau menekankan bahwa Amikom bukan hanya sebuah institusi akademik, tetapi ekosistem inovasi yang membentuk lulusan siap kerja dan berwirausaha.
“Kita harus memahami bahwa Amikom adalah kampus generasi keempat yang menghubungkan akademik dengan ekonomi kreatif. Ini bukan hanya tempat belajar, tetapi tempat mahasiswa membangun masa depan mereka. Jika kita bisa menjelaskan ini dengan baik, calon mahasiswa akan tertarik untuk bergabung,” tegasnya.
Beliau juga mengajak seluruh dosen dan karyawan untuk turut serta dalam menyukseskan PMB 2025/2026, dengan terus mengomunikasikan keunggulan Amikom sebagai kampus inovasi dan ekonomi kreatif. Ia yakin bahwa dengan kerja sama yang baik, Amikom dapat terus berkembang dan menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa yang ingin berkarier di industri digital dan kreatif.
“Kita semua memiliki peran penting dalam membangun Amikom. Mari kita bersama-sama menjadikan kampus ini sebagai tempat terbaik bagi mahasiswa untuk belajar, berkembang, dan mencapai kesuksesan di era digital,” tutupnya.
Dengan visi yang jelas dan strategi yang tepat, Universitas Amikom Yogyakarta diharapkan dapat terus mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing di dunia industri berbasis inovasi dan teknologi.
Strategi Promosi dan Pengenalan Program Studi
Materi selanjutnya disampaikan oleh Agus Purwanto, M.Kom. (Kaprodi Teknologi Informasi), yang memberikan pengenalan dasar tentang PMB Amikom. Ia menjelaskan bahwa tahun ini terdapat beberapa perubahan dalam sistem PMB, termasuk penyesuaian struktur fakultas, jalur pendaftaran, serta sistem pembayaran.
Dalam kesempatan tersebut, Dhani Ariatmanto, Ph.D. (Sekprodi MTI), juga memaparkan tentang program pascasarjana yang ditawarkan oleh Amikom, serta potensi pengembangan akademik bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi.
Di Sesi Terakhir, Dr. Dony Arius, M.Kom. (Kaprodi Teknik Komputer), membahas tentang strategi pembuatan konten pendek di media sosial sebagai alat promosi PMB. Beliau menekankan bahwa promosi digital menjadi kunci utama dalam menarik perhatian calon mahasiswa. Dengan strategi yang tepat, dosen dan karyawan Amikom dapat membantu menyebarluaskan informasi kampus melalui platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube.
Doni mengajak dosen dan karyawan untuk tidak ragu dalam berbagi cerita tentang Amikom di media sosial mereka. Postingan sederhana tentang kegiatan akademik, diskusi dengan mahasiswa, atau momen inspiratif di kelas dapat menjadi promosi yang kuat bagi kampus.
“Semakin banyak kita berbagi pengalaman positif tentang Amikom, semakin besar kemungkinan orang lain tertarik untuk menjadi bagian dari komunitas ini. Jangan remehkan kekuatan cerita pribadi dalam menarik calon mahasiswa,” tambahnya.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional